Putri Ramadhani, Lika-Liku Perjalanan Kehamilan Pertamanya

Putri Ramadhani, Lika-Liku Perjalanan Kehamilan Pertamanya

Putri Ramadani, atau Putri sapaan akrabnya, saat ini sedang mengandung anak pertamanya. Usia kehamilannya saat ini adalah 5 bulan. Putri adalah seorang Ibu rumah tangga yang tinggal di Kota Solo, mengikuti tempat suaminya bekerja. Putri dan suami awalnya belum merasa siap untuk memiliki anak, tapi ternyata setelah dianugerahkan oleh Tuhan, kabar hamil tetap menjadi kabar bahagia dan tetap dijalani sambil banyak belajar.


Begini kisah Putri pada kehamilan pertamanya…


Sebenarnya tuh aku masih pengen melakukan banyak hal terlebih dahulu sebelum hamil. Aku ingin bekerja dulu membantu finansial rumah tangga, aku masih ingin main dan jalan-jalan dulu sama suami, nongkrong sama temen-temen, ingin liburan deh. Tapi dari awal pernikahan keluarga besar selalu bertanya “kapan isi? Kapan isi?”, ya akhirnya aku sama suami coba aja deh. Eh, ternyata hamil di akhir masa perkuliahan. 


Awalnya tuh aku dan suami sama-sama merasa belum siap untuk punya anak. Bahkan awalnya kita gak suka anak kecil. Tapi ketika aku kasih kabar kalau aku hamil, respon suami tetap merasa sangat senang. Jadi ya kita syukuri saja. Merasa belum siap karena aku masih pengen melakukan ini dan itu, masih ingin senang-senang dulu. Akhirnya sekarang ya aku siasati dengan pergi ke luar rumah minimal seminggu sekali walaupun gak bisa lama-lama karena sejak hamil jadi lebih mudah lelah. Tapi intinya ingin melihat dunia luar aja, bosen terus-terusan di rumah, apalagi lingkungan komplek rumah aku sepi banget.


Yang paling berat saat hamil itu ya sakit-sakitnya, pusing dan mual. Sejak hamil tuh aku udah gak bisa masak karena baru masuk dapur aja rasanya sudah mual-mual. Akhirnya setiap makan selalu beli. Mungkin terasa lebih berat juga karena bosen di rumah terus, apalagi aku tinggal di kota baru karena ikut suami, jauh dari orang tua dan teman-teman, jadi tidak ada teman mengobrol disini.


Yang berat lagi adalah dengerin apa kata orang. Aku itu termasuk obesitas, jadi batas maksimal berat badanku boleh naik itu sekitar 5-6 kg dimana normalnya bisa naik sampai 11 kg. Ini juga demi kesehatanku dan anakku. Tapi ya masih aja ada yang bilang “wah bayimu tuh ga berkembang di dalam perut”. Padahal kan tidak seperti itu. Kalau berat badanku tidak dijaga, bisa menyebabkan penyakit seperti hipertensi yang bahaya buat aku dan janin.


Sejak ngerasain ini semua, beratnya menjadi seorang Ibu, aku langsung minta maaf sama mamahku selama ini aku bandel. Padahal ini saja baru hamil, belum melahirkan, tapi seperti udah ngerasain ‘oh seperti ini ya beratnya menjadi Ibu’. Aku baru mengerti geregetannya kalau anak nakal karena ternyata mengandung dan membesarkan anak itu tidak semudah itu.


Hal yang membuat aku bahagia sekarang adalah aku diperlakukan layaknya seorang princess sama suami. Boleh gak ngapa-ngapain, pokoknya dimanja deh! Oh, ada satu hal yang paling aku tunggu-tunggu yaitu ketika kontrol ke dokter. Karena aku bisa lihat anakku dan bisa cek perkembangannya. Pertama kali aku dengar detak jantungnya, aku dan suami langsung terharu banget.


“Sekarang ada makhluk hidup yang tumbuh di perut aku”


Aku rajin kontrol ke dokter untuk mengantisipasi ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Jadi kalau ada apa-apa kan bisa terdeteksi dini dan bisa ditangani segera.


Pesanku buat anakku…


“Semoga lahir dengan sehat, dengan lengkap. Bisa jadi anak yang mendapatkan apapun yang dia inginkan. Semoga kamu dapat kehidupan yang lebih baik daripada kehidupanku”

Tinggalkan komentar

Komentar harus disetujui sebelum tayang