Dhani Isti Tantyo, Anakku Mengajarkanku bahwa Mereka butuh Ibu Bahagia daripada Ibu yang Sempurna

Dhani Isti Tantyo, Anakku Mengajarkanku bahwa Mereka butuh Ibu Bahagia daripada Ibu yang Sempurna

Dhani Isti Tantyo, atau Isti sapaan akrabnya, adalah seorang Ibu dari dua anak berumur 5 tahun dan 5 bulan. Beliau adalah entrepreneur dalam bidang Food & Beverages selama 7 tahun terakhir. Isti menceritakan pengalaman lahirnya sang anak dalam kehidupan Isti, banyak sekali pintu perasaan dan perspektif baru terbuka dan Ia merasakan hal-hal yang belum pernah dia rasakan.


Begini katanya..


Motherhood buat aku seru banget ya! Banyak banget hal tak terduga terjadi yang gak pernah aku bayangkan sebelumnya. Apalagi punya anak kedua yang aku pikir aku sudah pernah ngejalanin jadi ibu sebelumnya. Tau-taunya beda anak beda lagi ceritanya. Jangan kaget, yang aku pikir aku tahu sebelumnya, dari A sampai Z atau referensi dari orang-orang, ternyata aku nggak tahu apa-apa tentang anak-anakku. Buat aku, it's exciting bahwa justru anak-anakku ini jadi guru yang terbaik buat aku.


Melahirkan anak pertama itu memang overwhelming banget. Udah hormonnya naik turun, terus belum pernah punya pengalaman. Tapi seru banget. Karena aku ngerasa ada satu makhluk kecil yang keluar dari badan aku. Pertama aku liat, langsung sayang banget. Terus overwhelmed-nya, aku sadar makhluk kecil yang aku sayang ini butuh aku 24 jam. Segala keputusan aku bisa berpengaruh buat kehidupan dia. Prioritas ku jadi berubah. Itu yang sulit, menyesuaikan diri kalau sekarang bukan cuma tentang aku aja, tapi ada yang lebih penting lagi.


Kuncinya, sadar dulu nih bahwa sekarang aku ini ibu yang punya anak, itu dulu. Menerima kenyataan kalau aku ini sekarang seorang Ibu. Jadi kalau ngelihat teman-teman main kadang aku nggak ikut, ya kita sadar udah jadi Ibu. Prioritasnya udah berubah. Keadaannya sudah berubah. Kalau aku sih disadarkan dari hati dulu bahwa “Oh ya aku itu Ibu sekarang”. Lagipula, dua makhluk kecil ini ternyata bikin happy banget. Karena prioritas aku udah berubah, preference aku juga berubah, kesenengan aku juga berubah. Waktu ngeliat anak udah ada milestone kaya belajar jalan, belajar makan, itu jadi momen paling berharga. Apalagi pertama kali dia nyebut aku “Ibu”, itu sih yang gak bisa dilupain buat aku sampai sekarang.


Sebagai Ibu, aku sadar aku butuh banget support dari orang-orang terdekat dan support dari dari suami. Aku sehari-hari sama suami. Aku butuh supportnya dia bahwa yang abis ngelahirin tuh bukan cuman aku, sebenernya dia juga. Apalagi masa menyusui, itu kan walaupun kita sepengen-pengennya nyusuin ada capeknya, ada sakitnya juga. Aku sangat bersyukur atas support dari suami aku. Menurutku, menyusui anak aku yang nomor dua ini lebih sukses daripada yang pertama. Bedanya disupport suami, jadi dia bener-bener ada. Kita gak tidurnya bareng, ngurusin bayinya bareng, jadi aku gak ngerasa sendiri. Jadi lebih fun aja menjalaninya, kaya punya teman gitu.


Seandainya aku tahu dari awal bahwa sebenarnya anak-anakku nggak butuh a perfect Mom, tapi mereka butuh a happy Mom. Tetapi kita tetap harus belajar menjadi yang terbaik. Di luar dari semua itu, aku belajar bahwa anak-anak itu butuh Ibu yang bahagia dalam membesarkan mereka, dalam mengasuh, atau sekedar menghabiskan waktu sama mereka. Kitanya harus happy dulu. Dalam parenting, kita gak harus selalu tahu jawabannya harus ngapain atau kalau ditanya apa kita harus punya jawaban yang benar. Karena menurut aku, kita bakalan bisa belajar bareng-bareng sama anak. Justru itu menunjukkan sisi manusia kita bahwa kita bisa salah, kita bisa minta maaf sama mereka, kita bisa say thank you sama mereka. Menurut aku juga itu penting banget sih. Menunjukkan sisi manusianya kita.


Ini pesan aku buat anak-anak aku. Dear Adriana dan Arandra aku tahu aku jauh banget dari sempurna tapi aku pengen kalian tahu bahwa aku sayang banget sama kalian and I wish you nothing but happiness. Aku cuma pengen kalian berdua selalu happy dalam setiap keputusan yang kalian ambil kecil apapun itu. Aku cuma ingin kalian bahagia.

Tinggalkan komentar

Komentar harus disetujui sebelum tayang