Adinda Tri Wardhani, Aku Menjadi Diriku Sendiri ketika Bekerja, Itu Me Time Ku

Adinda Tri Wardhani, Aku Menjadi Diriku Sendiri ketika Bekerja, Itu Me Time Ku

Adinda Tri Wardhani, atau Dinda sapaan akrabnya, adalah seorang ibu dari dua putra yang dimilikinya. Anak pertamanya berumur 9 tahun dan anak kedua berumur 3 tahun. Pekerjaannya sebagai Managing Editor Lifestyle, Fashion, & Beauty Desk Liputan6.com & Fimela.com dan co-founder dari Kala Studio membuatnya banyak belajar mengatur waktu dan prioritas. Kerja sama antara dirinya dan suami dalam parenting patut diacungi jempol.


Begini kisah Dinda menjadi seorang Ibu sekaligus wanita karir…


“Ko yang lain dijemput sama bundanya? Aku ko dijemput sama supir dan mba?” “Kenapa sih bunda harus ke kantor? Kenapa ga di rumah aja? Kenapa ga Papa aja yang ke kantor?”.


Itu adalah pertanyaan yang pernah ditanyakan oleh anakku. Cara menjawabnya ya beri penjelasan yang nyata dan gampang dimengerti. Aku sih jawabnya “Kita belum punya a, b, c, d, jadi bunda sama papa harus menabung untuk bisa membelinya. Ya caranya dengan bekerja”. Memang kita ada goals finansial yang perlu dicapai.


Menjadi Ibu bekerja itu memang punya tantangannya luar biasa, terutama membagi waktu antara pekerjaan dan anak. Waktu bertemu anak jadi sebentar. Pagi-pagi menyiapkan dan mengantar mereka sekolah, ketemu lagi setelah jam 6 sore ketika aku pulang bekerja, dan anak-anak jam 9 sudah harus tidur. Kalau aku, cara mengatasinya dengan kita sekeluarga punya waktu khusus untuk bonding. Setiap Sabtu pagi, kita selalu jalan-jalan ke taman sekitar rumah, sarapan bareng, masak-masak bareng. Setahun sekali atau dua kali harus ada liburan bareng yang berempat dengan suami dan anak-anak. Aku juga punya ritual selalu bacain buku cerita untuk mereka sebelum mereka tidur.


Yang paling dibutuhkan oleh seorang Ibu itu ya support system yang bisa bantuin kita, di kondisiku saat ini ya suami. Kalau tentang anak, bikinnya kan bareng, ya membesarkannya juga harus bareng. Dari anak-anak masih bayi kita sudah bikin jadwal kapan aku mengurus anak dan kapan aku bisa tidur, begitu juga untuk suamiku. Jadi aku dan suami benar-benar bekerja sama. Sampai sekarang juga masih seperti itu, contohnya setiap pagi aku yang antar si ade ke sekolah sedangkan suami yang mengantar si kakak. Aku dan suami punya pembagian tugas yang enak.


Di luar waktu aku untuk anak-anak, kadang aku kumpul bareng teman-teman di weekend. Itu salah satu me time buatku. Tapi me time sebenarnya adalah ketika aku di kantor bekerja. Aku bisa jadi diri aku sendiri ya di kantor. Jadi di luar itu aku tidak butuh apa-apa lagi. Aku kerja di dunia kecantikan dan fashion yang memang passion aku. Bekerja di bidang ini memang cita-citaku. Dari dulu aku menganggap dunia kecantikan itu menarik. Ada proses yang panjang dibalik foto-foto yang kita lihat di majalah dan aku ingin menjadi orang yang terlibat dalam proses itu.


Kalau tentang parenting, sebenarnya masih banyak yang harus dipelajari, aku dan anak-anakku masih sama-sama belajar. Kita sebagai Ibu harus sharing dengan yang lain, jangan takut atau malu kalau nantinya kita akan dicap ini itu. Dengan sharing kita bisa belajar dari pengalaman orang. Kalau ada saran-saran yang menggurui, ambil saja sisi positifnya. Jangan takut bertanya! Saat ini banyak media untuk kita bertanya atau belajar seperti seminar virtual. Karena ketika kita berhenti bertanya dan kita merasa kita paling benar, itu yang susah. Dengan perbedaan jarak anakku yang 6 tahun saja banyak banget yang berubah. Contohnya, waktu anak pertama, masih banyak dokter yang anti memompa asi sebelum latch on. Kalau waktu anak kedua justru dianjurkan untuk menabung asi lebih cepat. Jadi, kita tetap harus belajar, harus terus mencari informasi yang update tentang ilmu parenting.


Aku terus belajar dan bekerja untuk anak-anakku juga. Harapanku, anak-anak bisa  melihat kedua orang tuanya bekerja tanpa henti demi kehidupan kita berempat. Jadi, suatu hari saat mereka jadi orang tua mereka akan melakukan hal yang sama. Pesanku untuk anak-anakku, Agastya dan Arkaabiya, bunda sebagai ibu bekerja dengan banyak keterbatasan tentu tetap berharap kita bisa tumbuh menjadi keluarga yang baik agar nantinya kalian akan tumbuh menjadi pribadi dewasa dan mandiri dan bisa melihat bahwa peran seorang ibu bekerja jadi salah satu contoh yang bisa kalian hargai dan nantinya. Kalian juga bisa menjadi sosok-sosok yang pantang menyerah dan selalu tekun untuk mewujudkan cita-cita.

Tinggalkan komentar

Komentar harus disetujui sebelum tayang