Tips Puasa untuk Ibu Hamil

Tips Puasa untuk Ibu Hamil

Bulan Ramadan telah tiba. Banyak Ibu yang menjalani sebagian masa kehamilannya di bulan Ramadan dimana waktunya umat Muslim wajib menjalankan ibadah puasa. Mungkin Moms bingung apakah puasa saat hamil itu aman? Sebaiknya aku berpuasa atau tidak ya? Sebelum menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, yuk kita pelajari dulu hal-hal yang penting dipelajari tentang puasa di masa kehamilan.


Sebelum Moms memutuskan untuk berpuasa atau tidak, Moms harus memperhatikan hal-hal ini:

  • Apabila Moms merasa sehat, kuat, dan proses kehamilan dinilai lancar, maka Moms mungkin aman untuk melakukan ibada puasa. Perhatikan juga apakah Moms punya riwayat penyakit yang dapat membahayakan saat masa kehamilan seperti anemia, diabetes, dan tekanan darah tinggi. Apabila Moms memilikinya, Moms tidak dianjurkan untuk berpuasa.
  • Perhatikan usia kehamilan saat Bulan Ramadan datang. Moms cenderung aman berpuasa masih di masa kehamilan trimester pertama karena jumlah energi yang dibutuhkan Ibu hamil pada trimester pertama dan ketika tidak hamil tidak jauh berbeda. Namun, berbeda apabila Moms sedang hamil di masa trimester kedua. Resiko bayi lahir prematur meningkat 35%. Penting untuk berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter.
  • Perhitungkan durasi berpuasa. Konsultasikan dengan dokter apakah Moms aman untuk berpuasa sebulan penuh. Cuaca juga berpengaruh bagi kesehatan Moms! Apabila hari terik, pastikan Moms tetap berdiam di ruangan dengan suhu yang nyaman bagi Moms. Cuaca yang terik meningkatkan resiko dehidrasi.

Apabila Moms memutuskan untuk berpuasa, ini beberapa tips puasa saat hamil:

  • Jangan melewatkan sahur! Sahur menjadi waktu yang penting untuk memenuhi nutrisi Moms seharian.
  • Jaga tubuh tetap terhidrasi. Konsumsi air putih yang banyak dan makan makanan yang berserat tinggi seperti biji-bijian, buah, sayur, dan kacang-kacangan. Terus minum air putih yang cukup dari waktu buka puasa sampai waktu sahur.
  • Hindari mengkonsumsi yang berkadar gula tinggi, makanan berlemak, goreng-gorengan, dan kafein.
  • Jangan melakukan aktivitas yang berat dan melelahkan saat berpuasa, seperti berolahraga, berjalan jauh, mengangkat beban berat, dan lainnya.
  • Hindari hal-hal yang membuat stress. Apabila Moms adalah Ibu yang bekerja, sangat disarankan untuk konsultasi ke pihak kantor yang bersangkutan untuk meringankan beban pekerjaan saat berpuasa. Untuk aktivitas rumah tangga, jangan sungkan untuk meminta bantuan kepada orang-orang terdekat.
  • Konsumsi suplemen, vitamin, dan obat-obatan yang dianjurkan oleh dokter.

Hal yang terpenting yang harus Moms lakukan adalah konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter sebelum Moms memutuskan untuk berpuasa. Banyak hal yang perlu dipertimbangkan untuk berpuasa di masa kehamilan.


Jangan sampai memaksakan ya Moms! Yang merasakan rasa sehat atau sakit dan mengetahui batas kemampuan Moms adalah diri sendiri. Apabila Moms merasa kurang sehat, pusing, lemas, dan lelah bahkan ketika Moms sudah beristirahat, segeralah berbuka puasa. Apabila Moms merasa sehat, bugar, dan mendapat persetujuan dari dokter Moms boleh banget untuk berpuasa. Ini semua demi kesehatan janin dan Moms sendiri :)


References

10, O., & Beerman, K. (2019, October 10). Fasting during the second trimester of pregnancy may be particularly harmful. American Society for Nutrition. 

Approved by the BabyCenter India Medical Advisory Board. (n.d.). Fasting during pregnancy: a guide. BabyCenter India.

Approved by the BabyCentre Medical Advisory Board. (n.d.). Fasting in pregnancy. BabyCentre UK.

Tips for a healthier fast. BabyCentre UK. (n.d.).

<a href='https://www.freepik.com/photos/food'>Food photo created by yanalya - www.freepik.com</a>

Tinggalkan komentar

Komentar harus disetujui sebelum tayang