Nutrisi yang Dibutuhkan Ibu di Masa Menyusui

Nutrisi yang Dibutuhkan Ibu di Masa Menyusui

Kenaikan berat badan ketika hamil membuat banyak Ibu-Ibu yang tergesa-gesa untuk mengembalikan berat badan tersebut ketika si kecil lahir. Jangan buru-buru Moms! Diet boleh, asalkan diet sehat yang terukur. Karena setelah si kecil lahir, Ibu masih perlu menyusui dan kualitas ASI dipengaruhi oleh nutrisi yang dikonsumsi Ibu. Jadi, perlu menjaga asupan makanannya untuk menjaga kesehatan diri sendiri dan menjaga kualitas ASI agar bisa memberikan yang terbaik untuk anak.


Lapar terus di masa menyusui? Itu normal Moms. Ibu menyusui membutuhkan 500 kalori lebih banyak. Jika biasanya wanita membutuhkan sekitar 1800-2000 kalori per hari, Ibu menyusui butuh 2300-2500 kalori per hari. Kalori tersebut dibutuhkan untuk memproduksi ASI dalam tubuh Ibu. Banyaknya kalori yang dibutuhkan Ibu menyusui bergantung pada umur ibu nya sendiri, indeks massa tubuh, aktivitas harian, dan tingkat juga intensitas level menyusui.


Selain merasa lapar, Ibu menyusui juga lebih sering merasa haus. Ketika bayi menyusu pada Ibunya, hal ini menstimulasi Ibu terhadap rasa hausnya sehingga dahaga lebih tinggi. Tidak ada angka pasti berapa gelas Ibu harus minum air putih, yang pasti setiap Ibu merasa haus, segeralah minum air putih sampai dahaga tersebut terpenuhi. Jaga tubuh agar tetap terhidrasi. Apabila ada tanda-tanda dehidrasi seperti lelah yang berlebihan, produksi ASI menurun, urin yang berbau dan berwarna pekat, perbanyaklah minum air putih dan konsultasikan kepada dokter.


Jadi, apa saja nutrisi-nutrisi yang perlu dipenuhi dan dikonsumsi oleh seorang Ibu menyusu? Cek tabel ini Moms!


Nutrisi

Manfaat

Sumber Nutrisi

Kalsium

Membantu pertumbuhan tulang dan gigi, melancarkan peredaran darah, perkembangan otot dan saraf.

Susu rendah lemak, jus jeruk, sereal, bayam

Karbohidrat

Memberikan energi untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan bayi

Biji-bijian, buah-buahan, sayuran

Asam Folat

Membantu perkembangan otak dan sumsum tulang belakang juga diperlukan untuk pembuatan sel darah merah dan darah putih bayi.

sayuran berdaun hijau, buah jeruk, kacang-kacangan, biji-bijian

Lemak Tak Jenuh

Membantu pertumbuhan dan perkembangan otak dan sistem saraf bayi.

Minyak zaitun, minyak kacang, minyak canola, alpukat, salmon

Yodium

Membantu kelenjar tiroid tubuh membuat hormon yang membantu pertumbuhan dan perkembangan otak.

Makanan laut, produk susu

Zat Besi

Menghindari rasa lelah dan menghindari resiko terkena infeksi pada Ibu.

Daging tanpa lemak, sereal, kacang-kacangan, sayuran hijau

Protein

Membantu membangun otot, tulang, dan jaringan lain pada bayi

Daging tanpa lemak, unggas, ikan, kacang-kacangan, telur, tahu

Vitamin A

Membantu mengembangkan jantung, mata, dan sistem kekebalan bayi.

Susu, buah jeruk, melon, wortel, ubi jalar, sayuran hijau gelap

Vitamin B6

Membantu membentuk sel darah merah, membantu perkembangan fungsi otak.

Unggas, ikan, biji-bijian, sereal yang diperkaya B6, pisang

Vitamin B12

Produk hewani seperti daging tanpa lemak, unggas, ikan, susu bebas lemak dan rendah lemak

Vitamin C

Membantu pertumbuhan dan perbaikan jaringan, perkembangan tulang dan gigi, dan membantu tubuh menyerap zat besi.

Buah jeruk, brokoli, tomat, dan jus buah yang diperkaya vitamin C

Vitamin D

Membantu penyerapan kalsium tubuh untuk kesehatan tulang dan gigi.

Susu rendah lemak atau bebas lemak yang diperkaya, jus jeruk yang diperkaya, kuning telur, salmon


Perlukah Ibu mengkonsumsi suplemen atau multivitamin selama menyusui?


Ibu yang vegan atau tidak mengkonsumsi daging, kandungan B12 di tubuhnya cenderung sangat terbatas. Kekurangan B12 dapat beresiko untuk si kecil terhadap perkembangan saraf/neurologisnya. Ibu yang vegan dianjurkan untuk mengkonsumsi suplemen B12.


Apabila Ibu memiliki pantangan untuk mengkonsumsi sesuatu padahal makanan/minuman tersebut memiliki kandungan yang penting untuk menyusui, hal tersebut bisa diatasi dengan mengkonsumsi suplemen atau multivitamin tambahan.


Tentu setiap tubuh itu berbeda-beda dan memiliki kebutuhan khususnya tersendiri. Oleh karena itu, dianjurkan untuk berkonsultasi kepada dokter untuk mendapatkan perawatan atau anjuran yang lebih mendetail sesuai kebutuhan tubuh.


Menjaga asupan makanan dan minuman selama menyusui adalah prioritas. Diet boleh, asalkan bisa memastikan bahwa seluruh nutrisi yang dibutuhkan sudah terpenuhi. Daripada mengurangi asupan makanan, lebih baik memastikan seluruh makanan dan minuman yang dikonsumsi sehat dan bernutrisi. Ini untuk kebaikan Moms sendiri dan kebaikan si kecil. Ingat, kualitas ASI dipengaruhi oleh nutrisi yang dikonsumsi Ibunya. Selamat MengASIhi moms:)


References: 

Centers for Disease Control and Prevention. (2020, October 8). Maternal Diet. Centers for Disease Control and Prevention. 

Gavin, M. L. (Ed.). (2014, June). Pregnant or Breastfeeding? Nutrients You Need (for Parents) - Nemours KidsHealth. KidsHealth. 

Bjarnadottir, A. (2020, July 30). Guide to the Breastfeeding Diet 101. Healthline. 

Breastfeeding and the Use of Human Milk. (2012). PEDIATRICS, 129(3).

<a href='https://www.freepik.com/photos/background'>Background photo created by freepik - www.freepik.com</a>

Tinggalkan komentar

Komentar harus disetujui sebelum tayang