Jadwal Menyusui untuk Si Kecil

Jadwal Menyusui untuk Si Kecil

Ketika Moms baru melahirkan, mungkin Moms akan kaget betapa seringnya bayi butuh menyusui. Bayi baru lahir akan menyusui sekitar 2 jam sekali. Bayi yang menyusu dengan ASI eksklusif akan lebih sering lapar dibandingkan bayi yang menyusu dengan susu formula. Hal ini dikarenakan ASI lebih mudah dicerna tubuh sehingga perut bayi akan lebih cepat kosong kembali.


Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menjelaskan bahwa jadwal menyusui bayi baru lahir sebaiknya sekitar 8-12 kali dalam sehari. Rentang waktu bayi di tiap menyusunya sekitar 1,5 - 3 jam sekali. Bayi yang baru melahirkan biasanya banyak mengantuk dan tidur. Namun penting untuk tetap menyusui dengan rentang waktu sekitar setiap 2 jam khususnya di 24 - 48 jam pertamanya terlahir. Apabila bayi sedang tertidur, Moms perlu membangunkan si kecil untuk menyusui, terutama ketika bayi belum menyusu sampai 4 jam.


Pada usia dua bulan, frekuensi menyusui sekitar 7-9 kali dalam sehari. Memasuki usia bulan ketiga, keempat, dan kelima, frekuensi menyusui menjadi 7-8 kali sehari dengan rentang waktu sekitar 2,5 - 3,5 jam. Di bulan keenam yang biasanya merupakan akhir masa ASI eksklusif, frekuensi menyusui menjadi turun hingga 4 - 6 kali dengan rentang waktu sekitar 5 - 6 jam sekali.


Durasi bayi menyusu berkaitan dengan usia si bayi. Di awal masa menyusui, bayi menyusu sekitar 20 menit bahkan bisa mencapai 45 menit sampai akhirnya bayi merasa kenyang. Namun seiring bertambahnya usia, durasi menyusui akan berkurang karena bayi sudah bisa menyesuaikan cara menyusu yang lebih tepat. Lama kelamaan durasi menyusui hanya sekitar 10 - 15 menit. Tetap biarkan bayi menyusu hingga dia merasa puas dan hindari melepaskan payudara Moms secara tiba-tiba.


Bayi akan merasa lebih lapar ketika bayi dalam masa growth spurt. Growth spurt adalah waktu dimana bayi sedang dalam masa pertumbuhan yang pesat. Growth spurt biasanya terjadi ketika bayi berumur 7-14 hari, 2 bulan, 4 bulan, dan 6 bulan. Di masa ini, Moms perlu menyusui kapanpun ketika bayi merasa lapar.


Nah, itulah frekuensi dan durasi menyusui yang perlu Moms perhatikan. Moms perlu siaga dalam mengerti kapan bayi sudah merasa lapar. Perlu diingat, bayi lapar bukan hanya ketika dia menangis. Justru bayi menangis adalah sebuah indikator yang telat menandakan bahwa bayi sudah sangat kelaparan. Namun, apabila Moms merasa si kecil tidak menyusu secara cukup, Moms bisa konsultasikan kepada dokter atau konsultan laktasi. 


References:

Setiaputri, K. A. (2021, May 27). Jadwal Menyusui Bayi Baru Lahir Sampai Usia 6 Bulan. Hello Sehat.

Littleton, K. (Ed.). (2019, November). Breastfeeding FAQs: How Much and How Often (for Parents) - Nemours KidsHealth. KidsHealth. 

Frequency of Feeding. La Leche League International. (2020, August 6). 

Christiano, D. (2019, August 28). Baby Feeding Schedule: A Guide to the First Year. Healthline Parenthood. 

Tinggalkan komentar

Komentar harus disetujui sebelum tayang