#DuniaIbu: Ibu Juga Harus Bahagia

#DuniaIbu: Ibu Juga Harus Bahagia

Kebanyakan orang bilang kalau sumber kebahagiaan Ibu dari sang anak. Apabila anak memiliki prestasi, pintar, tumbuh kembangnya bagus otomatis sang Ibu menjadi bahagia. Namun, perlu diingat bahwa anak kita akan tumbuh dewasa, anak akan mulai mengeksplor dunia dan lambat laun mereka akan menemukan dunianya sendiri. Apabila sudah sampai pada fase itu, bagaimana kabar Ibu?

atau jika yang terjadi adalah sebaliknya,

Apakah Ibu tidak akan bahagia ketika anak tidak memiliki prestasi?

Apakah Ibu tidak akan bahagia ketika anak tidak pintar?

Apakah Ibu tidak akan bahagia ketika anak memiliki hambatan dalam tumbuh kembangnya?

Apakah Ibu tidak akan bahagia ketika anak telah menemukan dunianya sendiri?

Anak boleh menjadi salah satu faktor yang membuat bahagia, tetapi sumber kebahagiaan tetap haruslah dari diri sendiri.

Analoginya seperti saat kita berada di pesawat dan dalam keadaan darurat. Masker oksigen akan keluar secara otomatis dan seluruh penumpang wajib untuk menggunakannya. Apabila kita sedang dalam keadaan tersebut bersama anak kita, Apa yang pertama kita lakukan?

Memasangkan masker oksigen untuk diri sendiri atau untuk anak kita terlebih dahulu?

Insting seorang Ibu untuk memprioritaskan keselamatan anak adalah hal yang lumrah. Tetapi, tahukah kalau dalam keadaan seperti ini justru lebih penting untuk kita memasang masker oksigen untuk diri sendiri terlebih dahulu? Karena, kalau kita tidak bisa menyelamatkan diri sendiri, siapa yang akan menyelamatkan anak kita?

Artinya, seorang Ibu juga penting untuk memprioritaskan diri sendiri. Bukan karena egois, tetapi juga demi keluarga. Ibu yang berbahagia akan mampu mengalirkan kebahagiannya untuk keluarga sehingga tercipta atmosfer positif dan hubungan harmonis di keluarga.

Lalu, bagaimana cara kita sebagai Ibu bisa berbahagia?

Hal pertama yang dapat Ibu lakukan adalah ambil waktu rehat sejenak dan fokus pada diri sendiri, atau yang biasa disebut dengan me time. Menjadi Ibu merupakan pekerjaan seumur hidup, dari pagi ketika membuka mata hingga malam ketika menutup mata. Wajar kalau kita lelah dan butuh istirahat sejenak. Me time dapat dilakukan melalui hal-hal simple. Contohnya, scrolling hp lebih, lama di kamar mandi, nonton acara TV kesukaan, menikmati makan siang dengan tenang, masak makanan favorite, dandan untuk diri sendiri, luluran sendiri di rumah, dan masih banyak contoh me time yang dapat dilakukan sendiri di rumah. Intinya setelah melakukan me time, kita merasa recharged dan siap menghadapi hari. Hal ini perlu dilakukan secara konsisten, demi kebahagiaan dan kewarasan mental diri sendiri. Cari waktu dan jadikan prioritas apabila sudah muncul tanda-tanda lelah dan penat. Apabila kita terbiasa mengabaikan kebahagiaan kita dan mengesampingkan diri sendiri dibandingkan orang lain, Anak akan merasakannya dan akan meniru cara kita dalam melihat diri dan mendefinisikan sumber kebahagiaan.

Hal kedua yang dapat Ibu lakukan adalah komunikasikan perasaan, emosi dan kekhawatiran serta mempunyai support system yang baik dan dapat diandalkan. Komunikasikan isi pikiran, perasaan, emosi maupun kekhawatiran diri dengan orang yang tepat. Temukan partner bertukar pikiran yang dapat memahami kondisi diri di kala sedih maupun senang. Bisa dimulai dengan pasangan, sahabat, atau komunitas Ibu-Ibu yang memiliki kesamaan kondisi sehingga kita tidak merasa sendirian dan mendapat saran yang tepat.

Jadi, Ibu bahagia adalah pangkal keluarga bahagia. Kuncinya ada di Ibu. Apabila Ibu bahagia, parenting yang Ibu lakukan akan sesuai dengan kebutuhan anak-anaknya. Ibu bahagia bisa berpikir l ebih jernih dan tidak impulsif sehingga menciptakan suasana optimal untuk anaknya berkembang. Yang perlu diingat, pikiran dan badan adalah satu kesatuan yang harus kita rawat.

Tidak hanya fokus ke mental, kita juga harus memiliki waktu tidur yang cukup, rajin olahraga, dan makan makanan yang sehat. Tubuh yang sehat juga menciptakan mental dan mood yang sehat pula.

Sekarang adalah waktunya untuk Ibu juga memprioritaskan kebahagiaan diri sendiri.

Ibu, jangan lupa bahagia ya!

------------

Catatan singkat dari Talk show #DuniaIbu eps 1: Ibu Juga harus Bahagia dengan Ratih Larasati, M.Psi (Psikolog Klinis Anak).

Talk show #DuniaIbu eps 1: Ibu Juga harus Bahagia masih dapat ditonton ulang melalui IGTV @pluie.indonesia.

Tinggalkan komentar

Komentar harus disetujui sebelum tayang