Atasi Rasa Bersalah Menjadi Ibu Bekerja

Atasi Rasa Bersalah Menjadi Ibu Bekerja

Muncul perasaan bersalah karena memiliki peran double sebagai Ibu dan juga bekerja sering dirasakan oleh para Ibu. Banyak pemicu yang membuat perasaan ini muncul, seperti ketika kita tidak sengaja melupakan acara sekolah anak karena kita sedang sibuk bekerja, ketika merasa waktu kita untuk keluarga sedikit, atau bahkan ketika kita membandingkan kehidupan orang lain dengan kehidupan kita sendiri.


Sebenarnya perasaan bersalah ini wajar dirasakan kok, itu berarti kita punya rasa empati pada keluarga dan ingin memberikan yang lebih baik. Namun, hal ini bisa jadi masalah ketika kita tidak bisa mengontrol emosi dan perasaan tersebut. Perasaan bersalah yang terlalu berlarut bisa membuat kita tidak fokus baik dalam mengurus rumah tangga atau pun bekerja. Jika terus dibiarkan, hal ini bisa berpotensi ke arah depresi yang perlu penanganan lebih dalam dari profesional.


Ada beberapa tips untuk Moms mengatasi perasaan bersalah dalam perannya sebagai Ibu bekerja, mari kita pelajari!


Bantu Diri Sendiri Terlebih Dahulu

Pernah mendengar perkataan “Jika di pesawat terjadi sesuatu yang buruk, pasangkan tabung oksigen ke diri sendiri sebelum berusaha menyelamatkan anak”. Kenapa begitu? Bukannya kalau begitu berarti kita tidak memprioritaskan anak? Tentu tidak! Justru dengan menyelamatkan diri sendiri terlebih dahulu, kita bisa lebih maksimal menyelamatkan anak. Bagaimana cara kita menyelamatkan anak kalau kita sendiri kekurangan oksigen? Siapa nanti yang akan mengurus anak kita dengan sepenuh hati kalau kita tidak selamat?


Penjelasan di atas bisa kita terapkan di kehidupan sehari-hari. Kita harus sehat dulu agar kita bisa optimal dalam melakukan kegiatan dan tanggung jawab masing-masing. Jika kita sedang merasa sangat kewalahan dan mulai stress, luangkan waktu untuk melakukan kegiatan yang membuat kita lebih rileks, sekalipun itu sekedar tarik napas dalam-dalam di lingkungan yang tenang.


Tidak Ada Rumus Mutlak Menjadi Ibu yang Baik

Kita dibesarkan dengan cara yang berbeda-beda, kita bergaul dengan pertemanan yang juga berbeda-beda, kita tinggal di lingkungan yang cara hidup dan normanya mungkin tidak serupa, hal-hal tersebut membentuk sebuah persepsi di pikiran kita “seperti ini ibu yang baik itu”. Hal itu malah kadang membebani kita. Hilangkan persepsi tersebut, menjadi Ibu yang baik bukan berdasarkan penilaian dari mereka, kita memberikan yang terbaik yang bisa kita lakukan adalah bentuk kasih sayang kita untuk orang yang kita cintai.


Misalnya, kita melihat anak teman kita membawa bekal makan siang yang dimasak dan dihias cantik oleh orang tuanya, sedangkan kita tidak mampu dan tidak ada waktu untuk melakukan tersebut. Moms melihat makanan yang disediakan untuk anak sendiri tidak seindah orang lain. Karena itu, Moms merasa bahwa Moms kurang baik berperan sebagai Ibu. Hal itu tidak benar! Pengukuran Ibu baik itu berdasarkan kapasitas dan kondisi yang sedang kita alami. Berhenti membandingkan diri kita dengan orang lain, kadang rumput tetangga memang lebih hijau.


Catat Semua Agenda

Jika Moms punya tanggung jawab mengurus kebutuhan anak, urusan rumah tangga, dan juga harus bekerja, pasti banyak sekali hal-hal yang harus dilakukan kesehariannya. Melupakan beberapa hal menjadi sesuatu yang sangat mungkin terjadi. Jika Moms mengalami ini, tidak perlu tenggelam dalam rasa bersalah, jadikan ini pelajaran kedepannya bahwa kita perlu stategi agar ini tidak kembali terulang.


Strategi yang cocok adalah be organized! Catat semua hal yang harus dilakukan walaupun itu hal kecil, sekadar membeli sabun atau shampoo. Karena justru hal-hal kecil yang padahal penting inilah yang sering terlewat. Buat jadwal di kalender kapan ada meeting pekerjaan, kapan ada acara anak di sekolah, kapan harus belanja bulanan. Hal ini jadi semakin mudah karena sudah banyak kalender digital di handphone, jadi gak ribet lagi deh untuk menambah atau cek agenda sehari-hari.


Libatkan Anggota Keluarga dalam Keseharian

Banyak para Ibu yang merasa bersalah atas perannya sebagai Ibu bekerja karena quality time bersama keluarga menjadi berkurang. Sebenarnya hal ini bisa di atas loh. Jika Moms punya tanggung jawab dalam urusan rumah tangga seperti memasak, mengerjakan pekerjaan rumah, atau belanja, Moms bisa banget melibatkan anak-anak. Buat situati menjadi menyenangkan. Mungkin anak tidak benar-benar membantu dalam pekerjaan tersebut, tapi kita jadi punya lebih banyak waktu untuk bercengkrama dan mengobrol dengan mereka.


Gak Perlu Gengsi untuk Meminta Bantuan

Hal yang cukup sering dilewati oleh para Ibu yang kewalahan justru adalah meminta bantuan. It’s okay to ask for help, Moms! Meminta bantuan bukan tanda kita lemah kok. Kita bisa meminta bantuan dari siapa saja, bisa dari pasangan, anggota keluarga, atau bahkan dari tetangga. Sebenarnya banyak loh manfaat kita dari meminta bantuan kepada mereka. Kita bisa membangun suatu keharmonisan dan silaturahmi dengan mereka. Tentu, kalau mereka butuh bantuan dan kita mampu membantu, kita perlu membantu mereka. Jadi kita bisa saling mengandalkan satu sama lain dengan mereka sehingga kedepannya akan menjadi lebih mudah bagi kedua belah pihak.


Selain itu, jika kondisi memungkinkan, bantuan lainnya bisa berupa asisten rumah tangga atau baby sitter untuk membantu kita dalam mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Apalagi di zaman serba online ini, kalau kita tidak sempat memasak atau berbelanja, ada berbagai aplikasi online yang siap membantu.



Menjadi Ibu bekerja kadang tidak selalu mudah dan mulus. Ada hal-hal yang perlu tenaga dan usaha lebih agar kehidupan kita tetap seimbang. Muncul rasa bersalah karena banyak hal yang didasari karena kita berperan sebagai Ibu bekerja juga sangat mungkin terjadi, but it’s okay! Yang penting, kita jangan sampai tenggelam terlalu belarut dalam perasan-perasaan negatif.



References:

McGrory, E. (2020, February 9). 5 ways to overcome working mom guilt. Verywell Family. Retrieved October 18, 2021.

Ziegler, S. G. (2021, September 13). How to let go of working-mom guilt. Harvard Business Review. Retrieved October 18, 2021.

Jill, W. (2021, April 27). Managing mom guilt. What to Expect. Retrieved October 18, 2021.

<a href='https://www.freepik.com/photos/kids'>Kids photo created by jcomp - www.freepik.com</a>

Tinggalkan komentar

Komentar harus disetujui sebelum tayang