Apakah Aman untuk Ibu Berpuasa di Masa Menyusui?

Apakah Aman untuk Ibu Berpuasa di Masa Menyusui?

Ibu mungkin bertemu bulan Ramadhan ketika di tengah-tengah masa menyusui. Menjadi sebuah kebimbangan apakah baik untuk berpuasa ketika kita sedang menyusui sang anak. Sebelum menentukan keputusan tersebut, mari kita pelajari terlebih dahulu seputar berpuasa ketika masa menyusui!


Berpuasa memang mengurangi asupan kalori ke tubuh, tetapi tidak mengurangi produksi jumlah asi. Walaupun begitu, puasa bisa merubah kandungan vitamin dan nutrisi pada asi. Tapi jangan khawatir, menurut riset Bener et al (2001) menyatakan bahwa kandungan nutrisi yang berubah pada asi ketika berpuasa tidak berubah secara signifikan. Yang penting, Ibu tetap memiliki nutrisi dan energi yang cukup di tubuh. Produksi asi akan berkurang ketika Ibu mengalami dehidrasi.


Dehidrasi menjadi resiko yang mungkin terjadi ketika menyusui. Ibu menyusui biasanya lebih sering merasa haus. Oleh karena itu, Ibu sebaiknya membatalkan puasa ketika merasakan gejala-gejala dehidrasi ini:

  • Merasa sangat haus
  • Urin berwarna kuning pekat dan berbau menyengat
  • Pusing dan sakit kepala
  • Kelelahan

Menjaga kesehatan Ibu menjadi sebuah prioritas yang penting di masa ini. Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan oleh Ibu ketika berpuasa di masa menyusui:

  • Mengkonsumsi makanan dengan gizi yang seimbang agar nutrisi dan kalori yang dibutuhkan untuk menyusui terpenuhi
  • Banyak minum putih sepanjang malam dari waktu buka puasa sampai waktu sahur. Banyak minum air putih sekaligus dalam satu waktu, hanya ketika sahur contohnya, hanya akan memenuhi kandung kemih yang akan dikeluarkan lagi oleh tubuh dalam waktu yang cepat sehingga Ibu tetap merasa haus sepanjang berpuasa
  • Konsumsi suplemen vitamin untuk Ibu hamil
  • Jangan melewatkan waktu sahur
  • Tidak melakukan aktivitas yang berat
  • Berdiam diri di tempat yang sejuk, tidak di tempat yang bersuhu tinggi

Hubungi dokter ketika Ibu merasa tidak sehat, terus menunjukkan tanda-tanda dehidrasi, dan merasa bayi tidak mendapat asi yang cukup.


Menurut penelitian dari Khoshdel et al (2007) dan Haratipour et al (2012) menyatakan bahwa ibu yang berpuasa ketika menyusui tidak mempengaruhi pertumbuhan bayi selama Ibu tetap menyusui sang bayi selama bayi menginginkannya. Ibu tetap harus memperhatikan bayinya bahwa bayi mendapat asupan asi yang cukup. Tanda-tanda bayi mendapat asi yang cukup adalah

  • Intensitas buang air si bayi tidak berkurang. Pada umumnya, bayi perlu ganti popok minimal lima kali sehari
  • Urin bayi tidak berwarna pekat dan tidak berbau menyengat
  • Kulit bayi sehat dan warna kulit normal
  • Bayi tetap tumbuh sehat dan berat badannya meningkat sebagaimana mestinya

Konsultasi terlebih dahulu kepada dokter atau konsultan laktasi menjadi hal yang bijak sebelum Ibu memutuskan untuk berpuasa di masa menyusui. Dengan berkonsultasi, Ibu bisa lebih memahami kondisi fisik Ibu sendiri dan kebutuhan nutrisi bayi sesuai usianya. Jenis suplemen dan vitamin yang penting dikonsumsi juga akan direkomendasikan oleh dokter atau konsultan laktasi. 


References

Breastfeeding and fasting. Babycentre UK. (n.d.). 

Religious fasting and breastfeeding. Australian Breastfeeding Association. (2018, May 1). https://www.breastfeeding.asn.au/bfinfo/religious-fasting-and-breastfeeding. 

Lactationmatters. (2018, June 7). Ramadan and Breastfeeding. Lactation Matters. https://lactationmatters.org/2018/06/07/ramadan-and-breastfeeding/. 

<a href='https://www.freepik.com/photos/food'>Food photo created by shurkin_son - www.freepik.com</a>

Tinggalkan komentar

Komentar harus disetujui sebelum tayang